Judul di atas akan membuat sebagian orang sebel mungkin marah, karena agama diidentikan dengan kekerasan. Tetapi maksudnya bukan itu, malah sebaliknya, agama sering diperkosa oleh kepentingan kelompok atau individu dengan menjadikan agama sebagai basis tindakannya guna mendapatkan apa yang diinginkan atau menyampaikan aspirasinya.
Perang dan pertumpahan darah atas nama Tuhan, semakin membuat kekerasan semakin kehilangan khasnya, yaitu cikal bakal kerusakan dan penderitaan terutama bagi perempuan, anak-anak dan manula serta hancurnya peradaban.
Saat ini, apapun alasannya, kekerasan adalah realitas manusia kembali pada kebodohan yang menyingkirkan kedewasaan berpikir serta mengenyahkan semangat persatuan dan persaudaraan. Apalagi bila ada kekerasan terjadi karena akar masalahnya karena berbeda warna kulit, Tuhan, keyakinan, pandangan politik dan hal-hal yang baru berhenti pada tataran pikir, itu masuk kategori bodoh. Di mana bodoh atau dalam bahasa arab Jahil, merupakan musuh nomor satu yang harus diperangi dengan pendidikan, hikmah tanpa menggunakan pedang atau meriam.
Sabtu, 14 Juni 2008
Langganan:
Komentar (Atom)